Ia juga menjelaskan potensi desa tersebut yang memiliki wilayah pariwisata sekitar 425 hektare, dengan sekitar 150 hektare di antaranya merupakan kolam ikan patin.

Pada kesempatan itu, politisi Dapil Riau itu juga menyampaikan rencana pelaksanaan Festival Kampung Patin pada 20 dan 21 November 2026.

Festival tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengembangan potensi wisata berbasis kuliner, edukasi, dan budidaya ikan patin yang selama ini menjadi ciri khas Desa Koto Masjid.

Upaya tersebut memberikan hasil positif, Menteri Pariwisata mengatakan pendaftaran masih dapat dilakukan dan meminta agar pengusulan segera diproses, serta menawarkan untuk memberikan kontak pihak yang menangani bidang event di Kementerian Pariwisata.

Menpar juga merespons positif dan menanyakan konsep utama festival tersebut, apakah berbasis budaya atau kuliner.

Selanjutnya, Menpar mengarahkan agar pihak Kampung Patin segera berkoordinasi dengan Deputi Bidang Event untuk proses pendaftaran. Dalam percakapan tersebut disampaikan bahwa batas pendaftaran akan ditutup pada akhir September.