Endang menyebut rendemen harus dilengkapi dengan kajian terhadap faktor-faktor yang menyebabkan produktivitas tebu menurun. Pemerintah perlu mengidentifikasi secara jelas apakah penurunan dipengaruhi oleh kebijakan, kondisi tata niaga, masuknya gula impor, atau persoalan dalam usaha tani.
"Kira-kira kenapa penurunannya. Apakah itu dari kebijakan pemerintah atau dari ketidakseriusan para petani kita karena adanya impor. Nah, ini harus jelas," ujar Endang.
Menurut Endang, kejelasan akar persoalan akan membantu pemerintah menyusun kebijakan yang menjawab kebutuhan petani. Kebijakan yang bersifat umum tanpa didukung data rinci, lanjut dia, dikhawatirkan tak akan efektif menyelesaikan permasalahan.
Selain persoalan rendemen, Endang juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap kerja sama antara Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) dan ID Food. Hubungan antara petani tebu dan badan usaha mesti diperkuat untuk memberi manfaat.