"Kelebihan national pool kalau tadi Pak Dede Yusuf ambil contoh di Jerman, menariknya calon-calon yang mendapatkan mandat rakyat ditentukan oleh partai politik. Jadi bisa menguatkan institusi kepartaian. Banyak pengurus atau aktivis partai yang lama mengabdi punya kemampuan yang mumpuni kalah di sistem proporsional terbuka yang biayanya mahal," kata dia.

Menurutnya, sistem pemilu negara lain seperti Jerman bagus dicoba di Indonesia. Namun, menurutnya perlu ada kajian mendalam sebelum diterapkan agar tidak membuat rakyat bingung.

"Kita punya sistem pemilu dan praktik sendiri selama beberapa kali pemilu. Melihat negara lain bagus dalam kerangka penyempurnaan sistem. Cuma kembali, tadi harus kita kaji dan matangkan supaya bisa diimplementasikan. Tidak justru menimbulkan masalah baru atau membuat rakyat bingung dan penyelenggaraan pemilu semakin kompleks," jelasnya.

Sebelumnya, Waketum Demokrat Dede Yusuf menanggapi usulan Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh yang konsisten mengusulkan ambang batas parlemen di angka 7 persen. Demokrat lantas menyinggung soal belasan juta suara hangus saat parliamentary threshold (PT) 4 persen yang diterapkan pada pemilu lalu.