Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi jajaran Kepolisian (Polres dan Polsek setempat) yang telah turun ke lapangan, namun intensitas pengamanan di area SPBU harus ditingkatkan secara maksimal, antara lain untuk mengatasi kemacetan, membantu menyampaikan informasi kepada Masyarakat yang sedang mengantre dan lain-lain. Pengaturan lalu lintas mutlak diperlukan agar antrean tidak melumpuhkan urat nadi jalan-jalan utama.

Sudirta juga meminta Pertamina wajib mengevaluasi sistem manajemen rantai pasok maritim (maritime supply chain) untuk wilayah Bali. Harus ada skenario cadangan (Rencana Kontingensi) jika terjadi cuaca buruk atau kendala operasional kapal tanker, sehingga buffer stock (stok penyangga) di terminal darat mampu memenuhi kebutuhan hingga pasokan baru tiba.

Petugas ​Pertamina, Kepolisian dari Polda Bali dan aparat Pemerintah harus memberikan informasi yang real-time secara aktif dan terus menerus kepada masyarakat terkait SPBU mana saja yang stoknya tersedia. Hal ini penting untuk mencegah panic buying dan penumpukan antrean di satu titik saja.

​"Sebagai wakil rakyat Bali, saya terus memantau perkembangan situasi ini. Kami meminta Pertamina untuk menjamin bahwa dalam 1x24 jam ke depan, masalah ini bisa terurai dan distribusi kembali normal. Jangan biarkan masyarakat Bali kesulitan di tanahnya sendiri," kata Sudirta.