Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi hipotensi serta kenaikan suhu tubuh, yang mengindikasikan serangan heatstroke akibat respons fisik terhadap paparan cuaca dan kelelahan. Petugas lapangan langsung memberikan penanganan darurat berupa pendinginan/kompres dingin, resusitasi cairan infus serta terapi oksigenasi sebelum merujuk almarhum ke IGD RSAU dr Esnawan Antariksa Halim Perdanakusuma," lanjutnya.

Setiba di IGD RSAU dr Esnawan Antariksa, tim dokter spesialis langsung melakukan penanganan komprehensif, meliputi observasi hemodinamik ketat, evaluasi fungsi organ, serta stabilisasi bantuan pernapasan. Observasi hingga malam tersebut disebut menunjukkan perkembangan yang positif.

"Pasien sempat sadar kembali, menunjukkan respons refleks spontan, serta memiliki tanda-tanda vital yang stabil," ujarnya.

Namun, pada Sabtu (26/9), sekitar pukul 04.30 WIB, tim medis mengatakan terjadi dinamika kondisi kesehatan di mana timbul kejang berulang yang memicu penurunan kesadaran kembali. Kondisi ini merupakan komplikasi sistemik dari heatstroke yang memengaruhi fungsi organ vital.