Pada bidang semikonduktor, pengembangan mikrocip diarahkan untuk mendukung kebutuhan perangkat elektronik pertahanan maupun industri otomotif.

Sementara pada kecerdasan buatan, Len mengembangkan antara lain AI agentik (agentic AI), AI generatif (generative AI), visi komputer (computer vision), dan pemrosesan bahasa alami (natural language processing/NLP) untuk mendukung otomasi sistem.

Untuk teknologi radar, pengembangan mencakup radar Ground Controlled Interception (GCI), radar pertahanan udara, radar pelacak lokasi senjata (weapon locating radar), serta radar untuk pemantauan cuaca dan wilayah pesisir.

Adapun teknologi satelit dan penginderaan jauh dikembangkan antara lain melalui sistem intelijen citra (imagery intelligence) untuk mendukung pemantauan wilayah serta penanganan bencana.

Chief Technology Officer (CTO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Sigit Puji Santosa mengatakan pengembangan teknologi strategis membutuhkan ekosistem yang menghubungkan industri, penelitian dan pengembangan, serta sumber daya manusia.

"Len memiliki peran penting dalam membangun ekosistem teknologi yang menghubungkan industri, riset dan pengembangan (R&D), serta talenta. Kehadiran ITB Innovation Park dapat menjadi titik temu atau melting pot antara industri dan R&D," katanya.