Di sela pidatonya, Prabowo kembali memamerkan kartu anggota NU yang baru saja ia terima. Ia lantas menyebut kartu itu sangat istimewa karena massa berlakunya seumur hidup.

"Terima kasih, ini kehormatan besar bagi saya dan ini di sini ada yang luar biasa lagi di sini, di bawahnya disebut anggota seumur hidup. Ini luar biasa ini," ujarnya.

Prabowo mendapatkan kartu NU tersebut setelah dirinya menagih ke Gus Yahya saat pembukaan Muktamar Kamis (27/8). Saat itu, ia berjanji bakal menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU pada 31 Agustus apabila permintaannya dikabulkan.

"Hanya Gus Yahya, aku dari dulu minta Kartu NU. Jadi masih utang sama saya ya. Kalau bisa sebelum penutupan muktamar lah kalau bisa. Kalau penutupan tanggal 31? Kalau ada kartu anggota, aku datang lagi tanggal 31," cetusnya.

Kartu anggota NU ini pun melengkapi kartu yang dimiliki Prabowo dari ormas keagamaan. Sebab sebelumnya, PP MUhammadiyah juga telah lebih dahulu memberikan kartu anggota kehormatan.

Kartu anggota kehormatan itu diterima Prabowo di Universitas Muhammadiyah Surabaya pada Jumat (24/11/2023). Saat itu, status Prabowo merupakan calon presiden (capres) nomor urut 2.