Namun pada gim kedua, mereka tak mau lagi membiarkan diri mereka melakukan banyak kesalahan, dan sebaliknya memoles diri untuk tampil lebih sempurna, baik dalam bertahan maupun menyerang. Aksi Leo/Daniel membuat Liang/Wang mati kutu hingga menyerah dalam selisih poin sangat jauh, 13-21, dalam tempo 16 menit.
Sejak unggul 5-4 pada gim itu, perolehan poin Leo/Daniel tak pernah bisa disamai Liang/Wang, hingga dengan terjadi marjin sangat lebar untuk ganda putra kelas dunia, delapan poin.
Pada gim ketiga, Leo/Daniel dipaksa bermain lebih alot sampai memakan waktu paling lama sebanyak 23 menit. Walau begitu, Leo/Daniel tetap tak pernah bisa diimbangi dan disalip oleh Liang/Wang sejak memimpin 2-1 pada gim pamungkas tersebut.
Selain ganas di depan net, tangguh dalam bertahan, dan visioner dalam bergerak dari titik ke titik di daerah permainannya, juga tampil menawan dengan gerakan-gerakan akrobatiknya.
Gerakan akrobatik nan heroik yang paling memukau adalah saat Leo mengembalikan bola ketika tubuhnya sudah terjatuh, yang untungnya gagal dijangkau Wang yang juga sambil menjatuhkan diri di sisi kanan permainan mereka, sehingga Indonesia memimpin 17-13.