NADIKABAR.COM — Eksplorasi antariksa kini berada di ambang transformasi besar. Alih-alih bergantung pada roket konvensional dengan mesin pembakaran masif, kendaraan masa depan diproyeksikan mampu mencapai orbit hanya dengan menaiki kabel raksasa yang membentang puluhan ribu kilometer dari Bumi.
Konsep yang dikenal sebagai space elevator atau lift luar angkasa ini bukan lagi sekadar imajinasi fiksi ilmiah. International Space Elevator Consortium (ISEC) terus mematangkan rencana pembangunan infrastruktur permanen ini untuk mengangkut manusia dan kargo menuju orbit secara rutin.
Secara teknis, sebagaimana lift luar angkasa bekerja dengan memanfaatkan kabel superkuat yang dipasang di titik khatulistiwa. Kabel ini membentang melewati orbit geostasioner (GEO) hingga ke ruang hampa. Di ujung kabel, terdapat struktur pemberat yang memanfaatkan gaya sentrifugal dari rotasi Bumi untuk menjaga kabel tetap tegang.
Kendaraan pengangkut yang disebut climber akan bergerak naik-turun menggunakan energi listrik. Sistem ini menawarkan efisiensi tinggi karena tidak memerlukan pembakaran propelan dalam jumlah besar seperti peluncuran roket tradisional.
Pete Swan, Presiden ISEC, menganalogikan proyek ini sebagai pembangunan infrastruktur vital bagi peradaban manusia.
"Kami benar-benar mendorong pembangunan infrastruktur permanen, seperti jembatan yang menggantikan feri untuk menyeberangi sungai," kata Swan seperti dikutip dari The New York Post.