"Itu sangat penting karena untuk menjawab multievent pasti dari ranking dunia yang kita lihat," jelasnya.

"Kelemahan kita selama ini pemain senior itu sepi sponsor sehingga mengikuti turnamen luar itu cukup mahal. Mereka terkendala di sana sehingga harapan kami dengan adanya kompetisi ini, yang terbaik, ya tentu PP Pelti akan bertanggung jawab memberikan beasiswa ITF," kata Andi.

Juara dari Liga Masters juga nantinya akan menjadi pertimbangan utama Pelti dalam memilih pemain menuju persiapan multievent. Baik itu SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.Pelti menetapkan kuota ideal 10 putra dan 10 putri untuk menciptakan pelapis.

"Kuotanya, penyiapan multievent bagaimana kita menetapkan 10 putra dan 10 putri itu paling ideal, supaya ada lapis pertama dan kedua. Ini juga tujuannya untuk mengurangi risiko turnamen berbenturan seperti kejadian di Asian Games kemarin," ujarnya.

"Pemain utama kita berbenturan dengan WTA. Jadi agak repot kita. Sementara pemain kita berikutnya kan sangat jauh kualitasnya. Makanya kemudian kita ramu dengan membuat sebuah turnamen yang sangat kompetitif," pungkas Andi.