Menurut dia, kondisi angin yang cukup kencang membuat laju kok sulit dikendalikan sehingga mereka hanya mampu meraih lima poin.

"Sejak awal babak penyisihan hingga semifinal, kami bermain di lapangan dua. Sedangkan di lapangan satu, baru kali ini sehingga belum memahami kondisi anginnya. Meskipun demikian, hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan. Harus diakui bahwa kami kurang maksimal saja," katanya.

Terry/Gloria juga mengakui proses pemulihan kondisi fisik mereka belum optimal.

Selain itu, mereka menilai usia lawan yang lebih muda memberikan keuntungan dari segi stamina, sedangkan kekuatan pukulan Li Hong Yi turut menyulitkan permainan mereka.

Terlepas dari kekalahan tersebut, Terry mengatakan pencapaian mereka telah sesuai dengan target awal, yakni menembus final Polytron Kudus Indonesia Masters 2026.