NADIKABAR.COM — Sebanyak 243.543 anggota satuan perlindungan masyarakat (satlinmas) dari 8.562 desa/kelurahan di Provinsi Jawa Tengah mengikuti Apel Akbar Satlinmas, di Stadion Pandanaran, Wujil, Kabupaten Semarang, Rabu.
Kegiatan tersebut dihadiri lima gubernur, yaitu Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani.
Hadir juga Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Manthovani, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal, serta bupati-wali kota se-Jateng, dan tokoh masyarakat lainnya.
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappidsus) Aris Marsudiyanto mengatakan satlinas memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan masyarakat di setiap daerah.
Mulai dari menjaga ketertiban umum, tanggap terhadap bencana, menjaga ketahanan pangan, menjaga kelestarian lingkungan hidup, hingga mengawal program pemerintah.
Karena itu, ia juga berpesan kepada seluruh anggota satlinmas untuk tidak mudah terprovokasi, mengingat saat ini banyak berita yang tidak jelas sumbernya, ujaran kebencian, dan bahkan menjurus ke adu domba.
Maka dari itu dalam kesempatan itu, ia juga mencanangkan Gerakan Nasional Jempol Baik, yakni kedua jempol digunakan untuk bermedia sosial yang baik, dengan saring sebelum "sharing".
"Mari kita bina, kita bimbing, kita biasakan kepada seluruh masyarakat, anak-anak, saudara-saudara, dan keluarga kita menggunakan jempolnya dengan baik. Saring dulu setiap ada berita, jangan langsung di-'share'," katanya.
Dalam apel akbar tersebut juga diberikan penghargaan kepada asosiasi linmas (aslinmas) dengan keanggotaan terbanyak. Provinsi Jateng menjadi nomor satu untuk jumlah keanggotaan aslinmas se-Indonesia.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan semangat "Hansip Reborn" adalah semangat menghidupkan kembali gotong royong masyarakat untuk menjaga lingkungannya.
Tetapi, dengan cara kerja yang lebih profesional, terkoordinasi, dan sesuai dengan tantangan saat ini.
Di satu sisi pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota juga harus hadir untuk anggota satlinmas.
Menurut dia, tugas utama satlinmas memang menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, tapi sekarang lebih jauh dari itu.
"Kita ingin kekuatan 243 ribu lebih satlinmas di Jateng yang selama ini sudah bekerja di tengah warga semakin solid, semakin siap, dan semakin cepat merespons ketika masyarakat membutuhkan," katanya.