"Kemarin jumlah nya banyak. Cemaran ditemukan mulai dari Pantai Pisangan sampai sini (Camarajaya), tapi kemarin sore air pasang, jadi mungkin terbawa ombak," paparnya.
Kekhawatiran warga kian meningkat mengingat terdapat ribuan hektare tambak di wilayah tersebut yang terancam ikut tercemar jika limbah masuk melalui saluran air.
"Saya kemarin juga imbau pemilik tambak agar tidak memasukan air dulu kedalam tambak, karena jumlah nya bisa sampai ribuan hektare takut tercemar," ungkap Syafi'i.
Atas kondisi tersebut, warga mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera mengidentifikasi sumber pencemaran guna mencegah dampak yang lebih luas.
"Kami minta pemerintah segera turun, bahkan pertamina, karena ini di dekat sumber ladang minyak mereka. Supaya dapat ditangani dan segera dibereskan takut jadi racun buat warga," imbuhnya.
Merespons laporan tersebut, Manager Communication, Relations & CID Regional Jawa PT Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ), Pinto Budi Bowo Laksono, menyatakan pihaknya telah melakukan inspeksi menyeluruh di area operasi.