Selain vaksinasi, tim CdM juga mengatur penerbangan dengan mempertimbangkan kenyamanan atlet untuk mengurangi kelelahan sebelum menjalani pertandingan.
"Kami memilih penerbangan yang relatif lebih bisa dinikmati, sehingga atlet bisa lebih nyaman," ujar Ita yang juga menjabat sebagai Ketua Federasi Gimnastik Indonesia (FGI).
Tim CdM turut memperhatikan kondisi cuaca di Senegal sebagai bagian dari persiapan kontingen Indonesia.
Ita mengatakan berdasarkan informasi dari Duta Besar Indonesia, suhu udara di Senegal berkisar 28 hingga 30 derajat Celsius.
Kondisi tersebut dinilai lebih bersahabat dibandingkan dengan periode cuaca panas ekstrem sebelumnya sehingga diharapkan mendukung kesiapan fisik atlet selama mengikuti pertandingan.