Desil 6 hingga Desil 10 menunjukkan kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan yang semakin tinggi. Desil 6 berada pada kelompok 51-60 persen, sedangkan Desil 10 merupakan kelompok 10 persen dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi secara nasional.

Kelompok desil 6 ke atas umumnya memiliki prioritas lebih rendah dalam penyaluran bansos reguler. Meski demikian, penerimaan bantuan tetap bergantung pada kriteria dan ketentuan masing-masing program.

Melansir laman BPS, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi rujukan bersama pemerintah dalam mendukung perencanaan, penetapan sasaran, dan evaluasi berbagai program.

DTSEN dibangun dengan mengintegrasikan sejumlah sumber data, di antaranya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), dan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).

Data tersebut kemudian diperkaya dengan berbagai data administratif dan disinkronkan secara berkala dengan data kependudukan yang dikelola Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

Pemanfaatan DTSEN diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Dalam pelaksanaannya, Badan Pusat Statistik (BPS) bertugas menyusun dan mengelola DTSEN, sedangkan kementerian/lembaga serta pemerintah daerah berperan sesuai tugas dan kewenangannya.

Desil tidak ditentukan hanya berdasarkan penghasilan keluarga. Pemeringkatan mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi rumah tangga secara bersama-sama.

Beberapa di antaranya meliputi kondisi perumahan, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, serta disabilitas.

BPS menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT) untuk membantu mengestimasi tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan karakteristik sosial ekonomi yang dapat diamati. Karena menggunakan berbagai indikator bersamaan, satu kondisi tertentu tidak secara otomatis menentukan posisi desil suatu keluarga.

"Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi," jelas Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti melalui keterangan tertulis yang diterima NadiKabar.

Dengan demikian, Desil 3 misalnya, tidak berarti seluruh keluarga di dalamnya mempunyai jumlah pendapatan, pengeluaran, maupun kondisi sosial ekonomi yang sama.