NADIKABAR.COM — Executive Vice President and Chief Marketing Officer Qualcomm Incorporated Don McGuire menyebut lonjakan harga memori yang terjadi di tengah keterbatasan pasokan memori belakangan ini sebagai penyebab anomali kenaikan harga ponsel pintar.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, dia mengemukakan bahwa harga ponsel baru biasanya terutama ditentukan berdasarkan inovasi atau fitur yang ditawarkan oleh ponsel, seperti performa perangkat, dukungan kamera, dan daya tahan baterai.
"Setiap kali ponsel baru diluncurkan oleh produsen, apakah itu Samsung, Oppo, Xiaomi, atau siapapun, mereka menetapkan harga perangkat mereka sesuai dengan inovasi yang mereka hadirkan," katanya.
"Yang menyebabkan anomali adalah biaya memori," katanya merujuk pada biaya memori yang kini jauh lebih tinggi dari kondisi normal.
Don mengatakan bahwa harga memori saat ini dapat melonjak hingga sekitar 10 kali lipat dan kondisi itu berdampak signifikan terhadap biaya produksi ponsel.
Menurut dia, memori kini menjadi komponen yang membutuhkan biaya lebih besar dari keseluruhan biaya produksi ponsel. Kondisi yang demikian tidak pernah terjadi sebelumnya.
Don memperkirakan bahwa dalam jangka pendek biaya memori masih menjadi faktor yang paling menentukan dalam penetapan harga ponsel.
"Ketika anomali tersebut terkoreksi, saya pikir kita akan kembali ke kurva harga dan biaya produksi yang normal," katanya.