NADIKABAR.COM — Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat menutup permanen Lokasi Penampungan Sementara (LPS) di Jalan Kaji untuk mendorong warga memilah dan mengelola sampah dari rumah.

Lurah Petojo Utara, Wirayudha Bayu Sejati mengatakan penutupan LPS yang sebelumnya menampung sampah warga dilakukan karena lokasi tersebut telah melebihi kapasitas.

"Dengan ditutupnya LPS, kami berharap warga semakin maksimal melakukan pemilahan sampah dan tidak lagi membuang sampah secara tidak terkontrol," ujar Wirayudha dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, penutupan LPS telah disosialisasikan selama sekitar satu bulan dengan melibatkan pengurus RT, RW, LMK, tokoh masyarakat, dan unsur lingkungan hidup.

Menurut dia, sampah yang telah dipilah selanjutnya diangkut Regu Kebersihan Swadaya Masyarakat (RKSM) menuju TPS3R di Ketapang.

Penutupan LPS juga diharapkan meningkatkan capaian pemilahan sampah di RW 07 dan RW 08 yang masih relatif rendah.

Adapun edukasi kepada warga akan terus dilakukan melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), rapat bersama LMK, kunjungan warga, dan grup komunikasi masyarakat.

"Ini kita lakukan untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi kebijakan pengelolaan sampah ke depan," katanya.

Menurut dia, bekas lokasi LPS Jalan Kaji akan ditata sementara menjadi zona hijau dengan penempatan pot tanaman.

Kelurahan Petojo Utara juga mengkaji pemanfaatan lokasi tersebut sebagai pos pemadam kebakaran dengan mempertimbangkan luas dan kebutuhan kawasan.

Wirayudha berharap penutupan LPS mendorong warga mengelola sampah secara mandiri sehingga lingkungan menjadi lebih bersih, rapi, dan hijau.

"Harapan kami warga semakin sadar untuk mengolah dan mengelola sampah secara mandiri. Dengan penutupan ini, wilayah tersebut juga menjadi lebih bersih, rapi, hijau, dan terhindar dari berbagai penyakit,” ucapnya.