NADIKABAR.COM — Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan rasa duka cita mendalam atas berpulangnya seniman dan politik senior Indonesia Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra di Jakarta pada Sabtu pagi.

Lukman Hakim mengenang Guruh sebagai sosok yang merangkul serta menginspirasi generasi muda perkotaan di era 1970-an hingga 1990-an lewat nasionalisme yang kuat.

Ditemui sebelum pemakaman berlangsung di TPU Karet Bivak, Sabtu, Lukman menegaskan bahwa mengenang Guruh Soekarnoputra bukan sekadar mengenang seorang seniman biasa, tetapi juga seorang figur budayawan yang sangat mencintai bangsa dan Tanah Air.

Menurut dia, seluruh karya Guruh, baik dalam bentuk musik, pagelaran seni, pertunjukan, hingga film, merupakan pengejawantahan nyata dari rasa cintanya yang mendalam terhadap Indonesia.

"Kita semua tentu kehilangan, tetapi kita tentu meyakini bahwa beliau berpulang sepenuh rela dan bahagia kembali kepada Sang Pencipta. Mudah-mudahan beliau husnul khotimah dan kita yang ditinggalkan dikuatkan untuk melanjutkan apa yang selama ini beliau cita-citakan," ujarnya.

Dia menceritakan bahwa interaksi terakhirnya dengan Guruh terjadi saat keduanya menghadiri sebuah acara kebudayaan, serta momen ketika mereka sama-sama menerima penghargaan ikon prestasi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Setelah momen tersebut, komunikasi mereka tetap terhubung melalui sambungan telepon.

Bagi Lukman, kontribusi terbesar putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno tersebut adalah kemampuannya dalam membangun, membangkitkan, dan merawat rasa cinta Tanah Air di kalangan pemuda perkotaan melalui pendekatan seni yang adaptif dan modern pada zamannya.