NADIKABAR.COM — Jangan buru-buru menganggap lumut sebagai tanaman pengganggu. Di Kota Batu, lumut justru disulap menjadi karya seni yang mempercantik interior rumah.

Kota Batu - Jangan buru-buru menganggap lumut sebagai tanaman pengganggu. Di Kota Batu, lumut justru disulap menjadi karya seni yang mempercantik interior rumah.

Harganya bisa mencapai Rp 4 juta per meter persegi.

Adalah Tendra Lucky Kurniawan yang mengolah lumut menjadi Moss Art atau Moss Wall Art. Karya berbasis estetika alam itu kini banyak diminati untuk mempercantik interior rumah, perkantoran hingga fasilitas publik.

Tendra mengaku ide membuat Moss Wall Art muncul setelah melihat berbagai kreasi serupa di media sosial, khususnya Pinterest.

Ide itu kemudian dikembangkan saat pandemi COVID-19. Ketika bisnis tanaman anggreknya mengalami penurunan drastis, Tendra mencoba mencari peluang usaha lain.

Lumut yang akan digunakan harus melalui proses pengawetan khusus selama sekitar 1-2 minggu. Setelah siap, lumut baru dirangkai dan dibentuk sesuai desain di atas bingkai atau media dekorasi lainnya.

Dalam dua tahun terakhir, pemasaran Moss Wall Art buatannya telah menjangkau sejumlah kota besar di Indonesia. Pesanan paling banyak datang dari Surabaya.

Harga karya tersebut disesuaikan dengan tingkat kesulitan desain, jenis material dan ukuran. Rata-rata Moss Wall Art buatan Tendra dibanderol Rp 3 juta-Rp 4 juta per meter persegi.