NADIKABAR.COM — Salah seorang atlet elit wanita yang berlaga di HYROX Beijing, Joanna Wietrzyk, disebut mengalami diare mendadak disertai inkontinensia saat lomba sedang berlangsung. Alih-alih dihentikan atau ditarik dari lintasan, race tetap berjalan seperti biasa.
Wietrzyk dikabarkan menyelesaikan seluruh delapan station wajib HYROX termasuk burpee broad jumps dan rowing dengan kondisi kaki penuh kotoran, sebagaimana tampak di beberapa footage yang viral di media sosial. Ia bahkan finis di posisi pertama dengan catatan waktu 1 jam 1 menit 23 detik, walaupun namanya secara resmi belum muncul di leaderboard hingga Senin (14/9/2026).
Yang membuat publik geger bukan cuma kejadiannya, tapi juga reaksi setelahnya: di media sosial, Wietrzyk hanya menulis "a win is a win" tanpa penjelasan atau permintaan maaf kepada peserta lain yang harus melintasi mat dan lantai yang sama setelahnya. Unggahan tersebut sudah tidak tersedia, namun tangkapan layarnya keburu beredar di mana-mana.
Yang bikin insiden ini terasa janggal adalah HYROX sebenarnya punya rulebook yang cukup rinci soal kebersihan dan kontaminasi lintasan. Ada dua pasal yang relevan dan letaknya berdampingan, sebagaimana dikutip dari Rulebook season 2026/2027:
Dua-duanya sama-sama diatur secara eksplisit, dengan sanksi yang jelas dan otomatis: 2 menit penalti waktu per pelanggaran. Tidak ada ambiguitas soal kapan aturan ini berlaku sekecil apa pun bentuknya (bungkus gel energi, ludah, ingus), begitu mengenai lantai Roxzone atau lintasan lari, langsung kena penalti.
Rulebook HYROX bahkan menyebut pelanggaran yang mengganggu atau membahayakan peserta lain, panitia, sponsor, atau penonton bisa berujung diskualifikasi, bahkan larangan mengikuti event HYROX ke depannya.
Nah, di sinilah letak ironinya. Ada laporan dari penonton bahwa seorang peserta lain kena penalti 2 menit hanya karena memercikkan air ke wajahnya sendiri saat race sebuah tindakan yang jelas jauh lebih minor dari sisi risiko kontaminasi dibanding sampah gel packaging sekalipun. Sementara itu, kejadian Wietrzyk yang secara literal mengotori seluruh lintasan dengan kotoran manusia, tidak dikenai penalti apa pun, apalagi diskualifikasi atau penghentian race.