Menurut dia, angka tersebut merupakan hasil pengamatan di kawasan tertentu dan tidak menggambarkan hasil pendataan menyeluruh terhadap populasi Macan Tutul Jawa di seluruh pulau.

Pemantauan satwa liar menggunakan kamera jebak juga memungkinkan petugas merekam keberadaan berbagai jenis satwa lain yang hidup di kawasan tersebut, antara lain kancil, kijang, landak, dan biawak.

Selain itu, sejumlah satwa yang dilindungi dan relatif jarang terlihat, seperti Binturong (Arctictis binturong), Kucing Hutan (Prionailurus bengalensis), dan Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), juga pernah terpantau dalam kegiatan pemantauan di Nusakambangan.

"Keberadaan berbagai jenis satwa tersebut menunjukkan pentingnya menjaga kelestarian habitat di kawasan konservasi Nusakambangan," katanya.

Terkait aktivitas proyek pembangunan di sejumlah lokasi di Pulau Nusakambangan, ia mengatakan kegiatan tersebut berpotensi memengaruhi kondisi satwa liar dan habitatnya.