Pertunjukan di Dublin menjadi titik pembuka dari tiga rangkaian tur yang seluruh keuntungannya bakal disumbangkan untuk badan amal pendukung Palestina. Panggung di Dublin turut diramaikan Hozier dan Kneecap.
Musisi bernama asli Ben Haggerty ini bahkan merogoh kocek pribadinya dengan mendonasikan honor sebesar US$1 juta yang ia dapatkan dari tur Sheeran sebelumnya untuk tujuan serupa.
Nasib Macklemore di tur Loop milik Ed Sheeran di AS harus tamat lebih awal pada 14 September setelah ia meneriakkan "Free Palestine" dalam dua hari pertunjukan berturut-turut di MetLife Stadium, New Jersey.
Aksi vokal itu sontak memantik gelombang protes keras, termasuk cibiran dari penyanyi Pink dan petisi boikot dari Dewan Amerika Israel (IAC). Kelompok itu mengecam sang rapper dengan dalih menyalahgunakan platform konser global untuk mendorong agenda politik sepihak.
Meski Macklemore sudah mengklarifikasi pernyataannya bukan kritik terhadap komunitas Yahudi, pihak promotor Messina Touring Group tak mau ambil risiko dengan berdalih mendapat tekanan dari sejumlah pemilik arena yang mengancam bakal membatalkan seluruh sisa konser jika sang musisi tetap dibiarkan tampil.
Belakangan terungkap bahwa Robert Kraft selaku pemilik Gillette Stadium di Massachusetts disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang menolaknya dan mendesak pemilik stadion lain untuk melakukan pemboikotan serupa.
Menjawab polemik itu, Kraft mengumumkan ia dan Sheeran bakal menyumbangkan US$2 juta untuk bantuan kemanusiaan.