NADIKABAR.COM — Penyanyi rap asal Amerika Serikat Macklemore akan menggelar tur bertajuk "Free Palestine" usai polemik dengan musisi Ed Sheeran.

Macklemore melalui media sosialnya mengumumkan tur "Free Palestine" akan digelar dengan tiga pertunjukan yang dijadwalkan berlangsung di Dublin, Irlandia, pada 26 Oktober, Paris, Prancis pada 29 Oktober, dan London, Inggris Raya, pada 30 Oktober.

Tur itu akan mempertemukan Macklemore dengan para artis dan sahabat dalam rangkaian pertunjukan yang berfokus pada Palestina, sekaligus membantu menyediakan bantuan kemanusiaan dan mendukung gerakan tersebut, sebagaimana dilaporkan laman Variety dan The Hollywood Reporter, Kamis (24/9).

Seluruh hasil konser akan disalurkan kepada sejumlah organisasi, yakni Anera, Glia, Gaza Soup Kitchen, Taawon, HEAL Palestine, Palestinian Youth Movement, Middle East Children’s Alliance, Jewish Voice for Peace, Medical Aid for Palestinians, Institute for Middle East Understanding, Palestine Children’s Relief Fund, dan UNRWA USA.

"Jika beberapa minggu terakhir ini menunjukkan sesuatu kepada kita, itu adalah bahwa telah terjadi perubahan selama tiga tahun terakhir. Ada kebangkitan kolektif terkait pembebasan Palestina, kekuatan para miliarder yang berusaha membungkam seruan tersebut, serta apa yang kita harapkan dari para artis saat ini," tulis Macklemore.

Dia juga menilai bahwa bersikap apolitis di tengah genosida saat ini sudah tidak karena tuntutan masyarakat meminta musisi untuk hadir dan mengedukasi diri mereka sendiri tentang isu tersebut.

"Menggunakan panggung untuk sesuatu yang lebih dari sekadar hiburan. Melawan ketika seruan untuk membebaskan Palestina dihadapkan pada upaya untuk membungkamnya," kata Macklemore.

Macklemore mengaku menghabiskan pekan kemarin untuk menghubungi para artis yang telah bersuara dan menggunakan panggung mereka untuk menunjukkan solidaritas kepada rakyat Palestina, terlepas dari konsekuensinya.

Konser-konser tersebut disiapkan dalam waktu singkat, Macklemore bersama tim masih mengatur jadwal serta berbagai detail lainnya. Dia menegaskan bahwa “ini adalah waktu untuk membangun momentum, dan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan".

Setelah dikeluarkan dari tur Ed Sheeran, Macklemore mengumumkan akan menyumbangkan seluruh bayaran sebesar 1 juta dolar AS yang diterimanya kepada organisasi-organisasi yang mendukung Palestina.

Dia dikeluarkan dari tur Ed Sheeran setelah pemilik Gillette Stadium, Robert Kraft, menolak Macklemore tampil di tempat tersebut karena dukungan vokalnya terhadap Palestina.

Menurut laporan tersebut Kraft juga diduga menghubungi pemilik stadion lain untuk meminta mereka melarang Macklemore tampil, yang kemudian membuat promotor tur mengeluarkan rapper tersebut.

Kraft menanggapi dengan mengatakan dia dan Sheeran masing-masing akan menyumbangkan 2 juta dolar AS untuk “membantu kawasan tersebut dalam menghadapi krisis kemanusiaan”, meskipun tidak disebutkan organisasi tertentu yang akan menerima dana tersebut.

Macklemore pertama kali menuai kontroversi setelah penampilan pembukanya untuk Sheeran di MetLife Stadium pada awal September. Saat itu, dia menyampaikan pesan dukungan terhadap Palestina serta menampilkan sejumlah gambar terkait di atas panggung.

Ed Sheeran juga mendapat kritik setelah keputusan tersebut, dengan sejumlah pihak menilai dia bersikap mundur, tidak mendukung Macklemore, dan berusaha menghindari keberpihakan dalam isu tersebut.

Sheeran membahas kontroversi itu saat konsernya di Philadelphia pekan lalu. Dia mengatakan “berusaha sepanjang karier untuk tidak menjadi komentator politik dalam bentuk apa pun karena ingin musik dan pertunjukannya berbicara tentang persatuan".

Penerjemah: Sri Dewi Larasati