NADIKABAR.COM — Jerit dan tangis anak-anak Gaza, Palestina, yang tidak berdaya di antara reruntuhan gedung dan desing peluru, telah berubah menjadi jeritan massal di seluruh dunia, lintas generasi, dan budaya. Anak-anak dengan kakinya yang kecil, wajah ketakutan, berdarah, lari secepat mereka bisa. Ada yang sempat menoleh, ada yang didahului peluru.
Ibu dan ayah anak-anak itu sama saja. Berlari menghindari kematian yang ngilu. Namun, bom dan peluru tentara Israel datang sesukanya, tanpa aba-aba, dan dapat menimpa siapa saja tanpa membedakan anak-anak, orang tua renta, juga ibu-ibu yang menyusui — genosida terstruktur dan direncanakan.
Para pemimpin dunia, terutama sebagian besar pemimpin Timur Tengah, terkesan hipokrit, berpura-pura tidak tahu. Mereka lebih tunduk kepada Amerika Serikat yang dikendalikan Yahudi. Bukan pada hati nuraninya.