NADIKABAR.COM — Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Kamis (15/10) menyatakan diri tidak bersalah atas dakwaan baru dari Amerika Serikat (AS) terkait penyiksaan.

Pasangan tersebut dibawa ke pengadilan federal Manhattan untuk menghadapi dakwaan yang telah direvisi, yang menuduh mereka mengendalikan sistem kekerasan yang melakukan penyiksaan terhadap para korban, termasuk warga negara AS yang ditahan di Venezuela. Di pengadilan, Maduro mengecam dakwaan terbaru tersebut sebagai "tuduhan palsu dan kesaksian palsu," sementara Flores mengatakan kepada hakim bahwa dirinya "sama sekali tidak bersalah".