"Pikiran terus terbayang-bayang sama kelakuan mereka. Setelah ini apalagi yang mau senior kasih ke kita," imbuhnya.

Sementara Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UHO Kendari, La Ode Sahidin membenarkan terkait dugaan penganiayaan itu. Namun dia mengatakan persoalan tersebut sudah selesai.

"Iya ada soal penganiayaan maba. Sudah selesai masalahnya sejak awal mereka masuk," kata Sahidin dalam keterangan tertulis kepada redaksi.

Dia mengatakan pihaknya sudah turun tangan menangani kasus tersebut. Bahkan, pihak fakultas telah mengumpulkan para mahasiswa yang menjadi korban penganiayaan.