NADIKABAR.COM — Kelompok mahasiswa dari BEM SI Kerakyatan hingga BEM Esa Unggul menggelar demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, hari ini. Mereka sempat ditemui Stafsus Mensesneg Binbin Firman Tresnadi dan duduk bareng membahas tuntutannya.
Pantauan NadiKabar di lokasi, Kamis (22/10/2025) demonstrasi dimulai sekitar pukul 16.20 WIB. Mereka berjalan dari arah Tugu Tani ke Patung Kuda.
Massa aksi sempat berorasi dan menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Mereka menuntut pemerintah memberlakukan bencana nasional terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini masih terjadi.
Sekitar pukul 17.20 WIB massa aksi ditemui Binbin. Mahasiswa kemudian mengajak Binbin untuk berdiskusi.
Mereka menyoroti soal karhutla hingga isu ketenagakerjaan:
1. Yang pertama, kita minta pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional.2. Yang kedua, meminta pemerintah untuk mewujudkan reforma agraria sejati. Data lengkapnya akan disampaikan oleh kami dan dibaca3. Yang ketiga, kita minta untuk ditegakkan supremasi sipil dan tarik atau pukul mundur militer kembali ke barak dari ranah sipil.4. Selanjutnya, kita minta pemerataan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.5. Yang kelima, kita minta meningkatkan, pemerintah harus meningkatkan se- kesejahteraan tenaga pendidik.6. Yang keenam, meminta pemerintah untuk mengevaluasi seluruh program populis pemerintah.7. Yang ketujuh, kita minta untuk mewujudkan pekerjaan dan kehidupan yang layak.8. Dan yang terakhir, meminta pulihkan kedaulatan rakyat dan tegakkan supremasi konstitusi.
Binbin mengatakan dirinya diutus Mensesneg Prasetyo Hadi untuk mendengar tuntutan mahasiswa.
Dia mencatat saat sejumlah perwakilan mahasiswa membacakan hasil kajian dan tuntutan. Dia mengatakan akan menyerahkan hasil kajian dan masukan dari mahasiswa ke instansi terkait.
"Nanti akan saya pastikan akan dihadiri oleh kementerian-kementerian terkait yang ada kait yang, yang teman-teman sampaikan ini adalah hasil kajian dari teman-teman semua. Tentunya bukan asal sembarangannya dengan kasus-kasus ini," jelasnya.
Massa mengatakan situasi saat ini sudah mendesak. Massa meminta tuntutan mereka segera ditindaklanjuti.
Setelah pertemuan itu, mahasiswa kemudian kembali berdiri dan menyanyikan yelyel. Kemudian mereka membubarkan diri perlahan ke arah Tugu Tani.
Selanjutnya jalan Medan Merdeka Selatan ke arah Stasiun Gambir dibuka. Lalu lintas kembali normal.