Sebagai seorang mahasiswa, menurut Jason, kunci utama yang harus dimiliki supaya tidak takut mencoba dan bersaing di perlombaan adalah adalah rasa penasaran. Hal itu sangat mendorongnya untuk mencoba berbagai hal, salah satunya di ajang hackathon ini.
"Keep doing what you're doing right now. Cari tim yang asyik dan mau berjuang bareng, kebetulan di IF dan STI sendiri aku ada temen-temen yang setim hackathon juga dan kita udah ngerasain kalah-menang bersama dan dari sana juga aku mendapatkan cukup banyak perspektif mulai dari sisi technical, management, hingga business side yang dibutuhkan di hackathon itu sendiri," ucap Jason dikutip Sabtu (5/9/2026).
Kemenangan tim Night Watch dimulai saat Jason ingin mencari pengalaman bersaing dengan orang-orang dari luar negeri dan mengetahui perkembangan teknologi di luar Indonesia. Bersamaan dengan liburan perkuliahan pada Juli lalu, Jason mendaftar hackathon internasional AdventureX di Hangzhou, China.
Pada tahap pertama, Jason mengajukan proposal terkait inovasi yang dilombakan. Setelah proses seleksi proposal yang dilakukan. Jason lolos dan melaksanakan kegiatan lomba selama 5 hari di Hangzhou.
Pada hari pertama, terdapat pengenalan tema lomba dan expo booth sponsor yang akan memfasilitasi pengembangan produk seluruh peserta lomba. Di expo booth ini, Jason bertemu dengan dua peserta lain dengan ketertarikan yang sama, yakni Joaqin dari Argentina dan Bacchus dari China di bidang software engineering.