Menurut Richard, tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme terhadap olahraga bela diri di kalangan mahasiswa. Ia juga menilai kompetisi yang terstruktur dibutuhkan agar kemampuan teknis dan mental bertanding para atlet muda terus berkembang.
"Bakat-bakat besar di lingkungan kampus membutuhkan panggung kompetisi yang terstruktur agar kemampuan teknis maupun mental bertanding mereka terus terasah," katanya.
Melalui kompetisi seperti Liga Mahasiswa Taekwondo, mahasiswa mendapat kesempatan untuk menguji kemampuan dalam pertandingan. Ajang ini juga diharapkan dapat mendukung proses pembinaan atlet muda di lingkungan perguruan tinggi.