"19.992 titik api atau hotspot (di Kalteng), di mana terjadi peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya ataupun tahun ini," ujar Reza dalam kesempatan yang sama.

Besarnya jumlah hotspot tersebut, sambung Reza, menjadi salah satu alasan mahasiswa S2 STIK Polri turun langsung menemui masyarakat. Sosialisasi tidak hanya dilakukan melalui pertemuan dengan warga, tetapi juga dibarengi kegiatan di lapangan.

Para mahasiswa menempelkan poster berisi imbauan kewaspadaan terhadap karhutla di sejumlah lokasi. Mereka juga membagikan masker kepada masyarakat, mengecek titik hotspot bersama aparat kepolisian setempat, memberikan bantuan sosial kepada warga, serta makanan ringan kepada anak-anak.

Iptu Muhammad Shidqy Fauzan, dalam audiensi dengan warga, menyampaikan pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Dia mengajak masyarakat dan relawan untuk saling mengingatkan mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan.