"Mahasiswa juga diberikan pemahaman bahwa program JKN merupakan wujud gotong royong seluruh peserta dalam mendukung pembiayaan pelayanan kesehatan, sehingga keberlanjutan program membutuhkan partisipasi dan kepatuhan bersama,” kata Endang menjelaskan.

Ia menyampaikan, sosialisasi ini juga dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal berbagai kemudahan layanan administrasi melalui aplikasi Mobile JKN.

Dengan memanfaatkan layanan digital tersebut, peserta dapat mengakses berbagai informasi dan mengurus sejumlah kebutuhan administrasi tanpa harus selalu datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.

Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat mendukung pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan efisien bagi masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosialisasi ini sangatlah penting mengingat mahasiswa merupakan kelompok masyarakat yang memiliki akses luas terhadap informasi dan aktif dalam lingkungan sosial maupun digital.

"Dengan pemahaman yang memadai, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi yang membantu meluruskan kesalahpahaman serta mendorong masyarakat untuk memahami manfaat program JKN secara lebih baik,” ujarnya.