NADIKABAR.COM — Seorang mahasiswi di Surabaya mengaku menjalani proses persalinan seorang diri di kamar kosnya. Setelah bayi lahir, mahasiswi asal Temanggung, Jawa Tengah, itu mengaku memotong ari-ari menggunakan gunting bedah.

Pengakuan tersebut disampaikan saat mahasiswi itu berbincang dengan Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan. Percakapan tersebut kemudian diunggah Luthfie melalui akun Instagram miliknya dan dilihat NadiKabar, Sabtu (22/8/2026).

Mahasiswi tersebut diketahui menempuh pendidikan vokasi paramedik veteriner. Kepada Luthfie, dia menceritakan kondisi saat melahirkan hingga apa yang dilakukan setelah bayinya lahir.

"Terus kemaren bayinya gimana?," tanya Luthfie.

"Jam 2 itu keluar," jawab mahasiswi tersebut.

"Kamu taruh di lantai itu ya, bayi itu?," tanya Luthfie.

"Iya, ari-arinya tak potong pakai gunting bedah. Ari-arinya tak masukin ke kresek," jawabnya.

Luthfie kemudian menanyakan alasan mahasiswi tersebut memiliki gunting bedah.

"Kenapa ada gunting bedah?," tanya Luthfie.

"Jurusannya vokasi ndan, paramedic veteriner . Ari-arinya tak masukin ke kresek," jawabnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (5/8/2026) di kamar kos kawasan Gubeng Kertajaya, Surabaya. Mahasiswi itu ditemukan dalam kondisi pingsan setelah diduga melahirkan seorang diri.

Sebelum ditemukan, warga sekitar sempat mendengar suara tangisan bayi dari kamar kos tersebut sekitar pukul 08.00 WIB. Anak pemilik kos kemudian mendobrak pintu kamar dan menemukan mahasiswi tersebut dalam kondisi pingsan.

Mahasiswi tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit bersama bayinya untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, bayi yang dilahirkannya dinyatakan meninggal dunia.

Kamar kos tempat mahasiswi tersebut melahirkan kemudian dipasang garis polisi. Polisi melakukan penyelidikan untuk mengetahui rangkaian lengkap peristiwa tersebut.

Dalam percakapan dengan Luthfie, mahasiswi tersebut juga menceritakan hubungan dengan pria yang disebut sebagai pacarnya. Dia mengaku hubungan tersebut baru berjalan sekitar satu bulan.

"Baru sebulan," jawab mahasiswi tersebut.

Ketika ditanya keberadaan pacarnya, dia mengaku sudah tidak berkomunikasi sejak Juni 2026.

"Udah ga komunikasi sejak bulan Juni," ungkapnya.

Luthfie kemudian menanyakan apakah pria tersebut mengetahui kehamilannya.

"Udah gak pengen ketemu lagi," jawabnya.

Mahasiswi tersebut juga mengaku tidak pernah membicarakan persoalan tanggung jawab dengan pria tersebut. Menurut dia, komunikasi di tim redaksi keduanya memang tidak berjalan baik.

"Terus pertanggungjawabannya gimana?," cecar Luthfie.

"Ngomongin tentang tanggung jawab gitu enggak, nggak komunikatif gitu," imbuhnya.

Mahasiswi tersebut diketahui tinggal seorang diri di Surabaya, sementara orang tuanya berada di Jawa Tengah.

"Orang tua ga tau?," tanya Luthfie.

"Di sini saya ngekos, orang tua di jawa Tengah," jawabnya.