“Saya wanita yang sensitif dan saya menilai bahwa jatuh cinta adalah hal yang berbahaya, kamu memberikan hati dan jiwa untuk orang yang dicintai dan pada dasarnya berharap agar tidak menyakitimu,” tambahnya.
Dirilis pada 4 November mendatang lagu ini menggali perasaan yang begitu menguasai saat koneksi baru mulai tumbuh, sekaligus mengeksplorasi batas tipis antara ketertarikan dan obsesi.
Metafora cinta sebagai obat pun diterjemahkan menjadi pengalaman musikal yang dibagikan oleh dua suara.
Maisy diketahui membangun identitas unik lewat perpaduan nuansa dance dan pop bernostalgia, lirik yang menggugah, serta inspirasi yang membentuk setiap karyanya.