Menurut Fadli, kebakaran terjadi saat mati lampu. Informasi yang diterima, penghuni sempat menyalakan lilin dalam rumah.

"Tiba-tiba api sudah membesar dari dalam rumah, diduga lilin menyala saat mati lampu terus rumah ditinggalkan," jelasnya.

Terbaru, kebakaran terjadi di Jalan Manunggal 31, Kecamatan Tamalate pada Selasa (8/9) sekitar pukul 06.15 Wita. Kebakaran yang diduga dipicu kosleting listrik itu berdampak pada empat rumah.

"Dugaan penyebab sementara akibat korsleting listrik. Dampak sementara jumlah rumah 4. Rusak berat 3 rumah. Rusak ringan 1 rumah. Korban terdampak 7 KK dan 21 jiwa," kata Kepala Pelaksana BPBD Makassar Fadli Tahar kepada NadiKabar, Selasa (8/9).

Adapun armada Damkar yang diterjunkan saat peristiwa kebakaran tersebut sebanyak 15 unit mobil dan 1 unit rescue. Sedangkan jumlah personel 40 orang pemadam dan 10 orang rescue.

Seorang pria lanjut usia bernama Budi (69) dilaporkan mengalami luka dalam insiden tersebut. Pensiun ASN ditimpa material kayu ketika menyusul anaknya di dalam rumah yang hendak mengamankan tabung LPG.

Saat menyusul anaknya di dalam rumah, ternyata sisa material kayu yang terbakar jatuh mengenai pundak dan lengan tangannya. Kayu yang masih terbakar itu mengakibatkan Budi luka lebam.

"Jadi pundak sama lengannya itu yang kena jadi kaya melepuh. Kena bagian pundak dan pergelangan tangan. Jadi luka lebam, terbakar melepu," kata Lurah Maccini Sombala, Fuad Raking Bajing.

Fuad mengungkapkan saat tertimpa kayu, Budi kemudian dibantu dan diamankan warga untuk menjauh dari titik kebakaran. Rumah budi merupakan titik pertama kebakaran terjadi.

"Setelah kena material kayu terbakar dibawa sama ada beberapa warga di situ langsung dibawa keluar. Iya salah satu pemilik rumah dan rumah beliau yang menurut informasi sumber api dari rumah beliau. Rumah beton," ungkapnya.

Menurutnya, di rumah Budi ada istrinya bersama cucu dan anak perempuannya yang nekat masuk di rumah mengamankan tabung gas. Sebagian anggota keluarga itu sudah keluar lebih dulu saat kebakaran terjadi.

"Pak budi anaknya, cucunya ada balita. Anaknya yang masuk itu sudah berkeluarga perempuan," kata dia.

Ia mengatakan saat ini Budi sudah diberikan layanan kesehatan. Pihak dari Puskesmas Tamalate telah melakukan perawatan dan akan didampingi lebih lanjut untuk penyembuhan.

"Tadi kami sudah turunkan tenaga medis dari puskesmas sudah diobati. Ditambah lagi kasi obat dan intens perawatannya itu, kontrol dari Puskesmas Tamalate," pungkasnya.