NADIKABAR.COM β€” Makeup yang sudah lama tersimpan belum tentu aman hanya karena kondisi fisiknya masih terlihat normal. Produk yang sudah expired atau kedaluwarsa dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri, menurut Mayo Clinic.

Menggunakan makeup yang sudah kedaluwarsa dapat memicu berbagai permasalahan di kulit. Oleh karenanya, penting untuk mengetahui tanda-tanda makeup yang sudah kedaluwarsa dan berbagai risiko yang muncul akibat penggunaannya.

Makeup yang sudah kedaluwarsa bisa dikenali dari beberapa perubahan pada produk. Melansir Verywell Health, perubahan aroma dapat menjadi salah satu tandanya. Jangan menggunakan makeup yang sudah berbau aneh atau tengik.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah perubahan tekstur. Makeup yang sudah tidak menyatu dan menggumpal dapat menjadi tanda bahwa produk sudah tidak lagi aman digunakan.

Warna makeup juga dapat berubah seiring waktu. Produk yang awalnya memiliki warna tertentu bisa berubah menjadi lebih gelap.

Reaksi kulit setelah pemakaian juga bisa menjadi tanda. Jika muncul kemerahan atau rasa perih di sekitar mata dan bibir lebih baik langsung menghentikan penggunaannya.

Makeup yang terlihat aman juga belum tentu aman digunakan. Perhatikan masa pakai yang ada pada kemasan karena produk yang sudah kedaluwarsa tetap berbahaya meskipun tidak menunjukkan perubahan aroma, warna, atau tekstur.

Risiko menggunakan makeup kedaluwarsa

Makeup kadaluarsa dapat menimbulkan sejumlah masalah pada kulit hingga meningkatkan risiko infeksi. Berikut adalah beberapa risikonya:

Produk yang terkontaminasi bakteri bisa membuat kulit terasa perih atau panas. Di beberapa kasus, hal ini bisa memicu dermatitis kontak yang ditandai dengan munculnya ruam dan gatal.

Risiko menggunakan makeup kedaluwarsa lebih tinggi pada orang dengan kulit sensitif, eksim, dan rosacea . Lapisan pelindung kulit ketiganya lebih rentan mengalami gangguan sehingga lebih mudah iritasi.

Makeup memang biasanya digunakan untuk menutupi jerawat, tapi menggunakan produk yang sudah lama disimpan justru bisa menimbulkan jerawat baru. Hal ini sering terjadi pada makeup berbentuk cair atau krim.

Minyak yang terdapat dalam makeup dapat berubah seiring waktu. Ketika terpapar oksigen terlalu lama, minyak dapat mengalami oksidasi yang dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat.

Produk makeup yang sudah lama juga lebih mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Penumpukan ini dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.

Maskara termasuk produk makeup yang paling berisiko jika digunakan terlalu lama. Risiko terkontaminasi bakteri dapat meningkat setelah maskara digunakan sekitar tiga bulan.

Kuas maskara yang bersentuhan langsung dengan area mata menyebabkan bakteri dapat masuk ke dalam produk. Maskara yang sudah terkontaminasi dapat menyebabkan mata merah dan bintitan.

Tak hanya maskara, produk bibir juga berisiko. Bakteri di bibir bisa berpindah ke lipstik dan lipgloss. Jika produk dipakai saat mengalami luka akibat herpes, virus tersebut bisa tertinggal di dalamnya.