NADIKABAR.COM — Makmur Marpaung ditunjuk menjadi Ketua DPW Perindo Sumut. Makmur ditunjuk setelah Bupati Tapanuli Utara (Taput) Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat mengundurkan diri.
"Prioritas saat ini adalah memetakan penguatan DPD Partai Perindo di seluruh Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara. Selain itu, kami juga akan mengunjungi daerah masing-masing yang memerlukan penguatan struktur untuk mendorong proses akselerasi pembentukan struktur DPD sekaligus DPC," kata Makmur Marpaung dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Menurut Makmur, langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui potensi penguatan organisasi sekaligus memastikan konsolidasi tidak berhenti di tingkat provinsi. Setelah pembentukan struktur selesai, dia akan menggelar forum rapat koordinasi dengan seluruh DPD Partai Perindo di Sumatera Utara untuk menyampaikan perkembangan konsolidasi dan menyatukan langkah pengurus hingga tingkat akar rumput.
"Saya optimis Sumatera Utara akan tetap menjadi basis kuat Partai Perindo. Kami akan berusaha meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Partai Perindo sehingga kursi kita di DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota bisa menguat," ucapnya.
Makmur merupakan anggota DPRD Sumut periode 2024-2029. Ia dilantik menjadi anggota DPRD Sumut setelah sebelumnya JTP mundur karena maju di Pilkada Taput 2024.
Makmur menjadi legislatif dari Dapil IX yang meliput Kabupaten Taput, Tapanuli Tengah, Toba, Humbang Hasundutan, Samosir, dan Kota Sibolga. Makmur menjadi anggota DPRD Sumut satu-satunya dari Perindo.
Untuk diketahui, JTP Hutabarat ditunjuk sebagai Ketua DPW Perindo Sumut menggantikan Rudi Zulham Hasibuan pada 30 Mei 2024. JTP mengaku mundur karena alasan kesibukannya sebagai Bupati Tapanuli Utara (Taput).
"Saya sudah menyatakan sama Ketua Umum (Angela Tanoesoedibjo), dikarenakan kondisi saya lumayan sibuk, padat sebagai kepala daerah," kata JTP Hutabarat di Kantor DPW Perindo Sumut, Jumat (27/2/2026).
JTP menjelaskan jika ia tidak lupa dengan partai yang sudah menghantarkannya menjadi Bupati Taput. Namun aktivitasnya sebagai Bupati Taput dikahwatirkan menjadi penghalang untuk membesarkan Perindo.
"Saya pastilah ingat Perindo yang membesarkan saya, akan tetapi kondisi saat ini kan saya kepala daerah, jadi kepala daerah itu tugasnya setelah saya jalani setelah setahun tugasnya banyak, apalagi keadaannya sekarang ini," ucapnya.
Sehingga dibutuhkan sosok yang dapat mencapai target Perindo di Pemilu 2024. JTP Hutabarat menilai ia kesulitan untuk membagi waktu sebagai kepala daerah dan ketua partai.
"Saya sudah satu tahun lebih juga menjadi Ketua DPW, dengan target partai yang besar untuk persiapan Pemilu 2029 jadi saya rasa saya akan banyak halangan untuk melakukan kegiatan, salah satunya saya mungkin bisa dihitung jari untuk bisa datang ke kantor ini, makanya saya bilang kita harus cari yang full timer untuk bisa membesarkan partai ini," tuturnya.