Gangguan pada lutut juga membuat Naro tidak bisa berlatih dengan intensitas seperti biasanya. Programnya lebih banyak diarahkan pada penguatan dan pemulihan melalui terapi, tusuk jarum, hingga shockwave therapy.

"Saya latihan sedikit, kaki sudah kencang, kaki sudah nggak bisa buat lompat, kaki sudah nggak ada tenaga. Jadi programnya penguatan, tusuk jarum, terapi, setelah itu shockwave therapy, besok penguatan lagi, nanti tusuk jarum lagi. Jadi seminggu bisa tiga sampai empat kali, shockwave juga," jelasnya.

Kondisi tersebut turut membuat porsi latihan teknik Naro berkurang drastis. Ia hanya bisa berlatih teknik sekitar dua hingga tiga kali dalam sepekan. Padahal, dalam kondisi normal menjelang pertandingan, latihan teknik bisa dilakukan hingga sekitar 10 kali dalam seminggu.

Dengan kondisi tersebut, Naro mengaku cukup bangga dengan penampilannya di nomor Men's Changquan. Ia mencatatkan 9.720 poin dan meraih medali perunggu setelah bersaing ketat dengan para atlet lainnya.