NADIKABAR.COM — Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan lahan seluas 206 hektare di Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, untuk pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XXIX/Mambruk yang direncanakan dimulai pada 2027.

Komandan Korem 173/Praja Vira Braja Brigjen TNI Vivin Alvianto di Nabire, Selasa, mengatakan pembangunan markas permanen tersebut belum dapat dilaksanakan pada tahun ini karena alokasi anggaran 2026 telah ditutup.

"Pembangunan Makodam XXIX/Mambruk baru dimulai tahun 2027. Sembari menunggu pembangunan, Kodam akan menggunakan Markas Korem 173/PVB dan Korem menggunakan markas Kodim 1705/Nabire," katanya.

Menurut Vivin, penataan penggunaan markas sementara menjadi bagian dari persiapan infrastruktur untuk mendukung operasional Kodam XXIX/Mambruk di Papua Tengah.

Selama pembangunan markas permanen belum terlaksana, Kodam XXIX/Mambruk akan menempati Markas Korem 173/PVB, sedangkan Korem 173/PVB menggunakan Markas Kodim 1705/Nabire.

Untuk mendukung penataan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nabire juga telah menyediakan salah satu aset infrastruktur yang akan dimanfaatkan sebagai markas sementara Kodim 1705/Nabire.

Selain menyiapkan fasilitas sementara, TNI telah menyusun desain pemanfaatan lahan seluas 206 hektare di kawasan Kimi untuk pembangunan kompleks Makodam XXIX/Mambruk.

Vivin menjelaskan tidak seluruh lahan tersebut dapat digunakan untuk pembangunan karena terdapat aliran sungai serta kawasan sempadan sungai yang harus dijaga.

Meski demikian, luas lahan yang tersedia dinilai masih memadai untuk pembangunan markas beserta fasilitas pendukung dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan.

Sebelumnya, Kodam XXIX/Mambruk resmi dibentuk bertepatan dengan peringatan HUT Ke-81 TNI pada Senin (5/10).

Kodam yang berkedudukan di Papua Tengah tersebut dipimpin Mayjen TNI Aminton Manurung, yang sebelumnya menjabat Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat.

Pembentukan Kodam XXIX/Mambruk merupakan bagian dari peresmian enam kodam baru TNI AD pada 2026, masing-masing di Kepulauan Riau, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.

Kodam XXIX/Mambruk akan membawahi Korem 173/Praja Vira Braja beserta satuan kewilayahan di Papua Tengah, antara lain Kodim 1705/Nabire, Kodim 1703/Deiyai, Kodim 1718/Intan Jaya, Kodim 1714/Puncak Jaya, Kodim 1717/Puncak, dan Kodim 1710/Mimika.

Nama Mambruk diambil dari nama burung khas Papua yang memiliki mahkota di bagian kepala dan digunakan sebagai identitas kodam baru tersebut.

Pembentukan Kodam XXIX/Mambruk diharapkan memperkuat koordinasi dan pelaksanaan tugas pertahanan serta pembinaan kewilayahan TNI AD di Papua Tengah.