"Lah, orang saya anak petani, emak saya nggak tamat SD. Nanam padi sama nanam kopi. Di kampung saya baru masuk listrik 2002, baru masuk sinyal handphone 2015 kemarin. Kebayang, kan, kampung saya itu. Tapi apakah membuat saya patah hati? Nggak. Karena menurut saya, masa depan itu tergantung kita atas izin Allah," jelasnya.

"Jadi jangan menyerah dengan situasi dan kondisi yang sedang adik-adik mahasiswa hadapi sekarang," tutupnya.

Sebagai informasi tambahan, acara itu turut dihadiri Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid, Kepala BPSDM Kemendes PDT Agustomi Masik, Kepala BPI Kemendes PDT Mulyadin Malik, dan Staf Khusus Menteri Khoriul Huda.