Sridana mengatakan keluarga kini tak sanggup membayar biaya pengobatan yang hingga kini menyentuh angka Rp 63 juta. Salah satu komponen biaya itu adalah perawatan GS di hari pertama setelah tindakan yang mencapai Rp 19 juta.

Sridana mengatakan keluarga tidak memiliki kemampuan finansial yang memadai untuk membiayai seluruh pengobatan. Orang tua korban bekerja sebagai petani, sedangkan ibunya berjualan makanan ringan. Selama ini, justru GS yang menjadi tulang punggung keluarga sebagai sopir truk.

Menurut Sridana, keluarga pelaku sebelumnya menyatakan akan bertanggung jawab mengenai biaya pengobatan apabila penangguhan penahanan diberikan. Namun, ketika biaya medis pertama disampaikan, mereka malah mengatakan tidak sanggup membayar.