Kendati begitu, kondisi saat tersebut belum menunjukkan Super El Nino. Fenomena itu masih harus berkembang dari fase lemah, sedang hingga kuat sebelum mencapai kategori yang sangat kuat.

MetMalaysia memperkirakan perkembangannya dapat mengarah ke Super El Nino pada akhir 2026. Dan Malaysia sebelumnya tercatat mengalami tiga episode Super El Nino yakni pada 1982/1983, 1997/1998, dan 2015/2016.

Fenomena ini dapat memicu cuaca sangat kering, berkurangnya hujan, meningkatnya risiko kabut asap akibat pembakaran terbuka, hingga kekeringan berkepanjangan.

MetMalaysia juga mewaspadai dampaknya terhadap pasokan air. Sejumlah wilayah utara pernah mengalami periode tanpa hujan hingga 70 hari, sementara pada episode El Nino sebelumnya beberapa bendungan di Melaka bahkan sempat mengering.