NADIKABAR.COM — Malaysia memulai pemulangan tahap pertama pengungsi Myanmar ke negara asalnya, sesuai perundingan dua negara, pada Selasa.
"Hari ini, sebanyak 1.476 pengungsi memulai pemulangan fase pertama setelah melalui proses yang disepakati kedua negara," jelas Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam pernyataan di Kuala Lumpur, Selasa.
Menurut Anwar, hasil perundingan dengan Myanmar, sebanyak 5.000 pengungsi disepakati untuk dipulangkan secara sukarela dan bertahap.
Anwar menyatakan Malaysia mengambil langkah lebih terstruktur dalam menangani isu pengungsi Myanmar.
"Pemerintahan MADANI mengambil langkah untuk menangani persoalan ini secara lebih terstruktur, termasuk melalui penegakan hukum, koordinasi antarlembaga, serta kerja sama dengan negara asal," jelas Anwar.
Dia menegaskan isu pengungsi Myanmar bukanlah permasalahan baru, melainkan warisan selama puluhan tahun yang telah memberikan tekanan kepada negara dari segi keamanan, sosial, dan pengelolaan.
Anwar memastikan isu terkait pengungsi Myanmar di Malaysia ditangani secara tuntas, berlandaskan hukum dan nilai-nilai kemanusiaan, dengan memprioritaskan keamanan dan kepentingan rakyat Malaysia.
Pemulangan pengungsi Myanmar tersebut sempat mendapatkan peringatan dari kelompok-kelompok hak asasi manusia, karena menilai Myanmar tidak aman bagi para pengungsi.
Sementara di Malaysia, gesekan antara pengungsi Myanmar, yang dikenal dengan kelompok Rohingya itu, dengan masyarakat lokal tidak jarang terjadi.