Dia menuturkan, sebagaimana mandat yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto bahkan negara, tujuan utama aspek halal adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, di mana logo halal dalam suatu produk dapat memberikan ketentraman, dan kedamaian.

"Halal itu bukan untuk Muslim saja. Halal itu tren masa kini, lifestyle, modern civilization, prosperity of life. Halal itu transparansi, bertanggung jawab, penelusurannya jelas, barangnya bermutu, berkualitas, dan halal itu untuk semua orang," kata Haikal.

Dia mengatakan dalam situasi saat ini perdagangan global sudah sedemikian terbuka, dan barang-barang dari negara mayoritas penduduk non-Muslim misalnya dari China serta Korea, berlomba-lomba mencantumkan logo halal dalam produknya.

"Sehingga kita pun harus ikut dong dalam percaturan dunia saat ini. Andai kata kita tidak ikut, maka kita pasti ketinggalan zaman ya. Itulah yang saat ini sedang saya lakukan, bahwa dengan kebersamaan, aspek halal akan menjadi tumbuh menjadi sebuah raksasa bisnis," ujarnya.

Menurut Haikal, Malaysia sebagai mitra Indonesia, sekaligus yang sudah berkecimpung puluhan tahun menerapkan aspek halal, dapat menjadi rekan bertukar ilmu dan pengalaman.