NADIKABAR.COM β€” Pemerintah Malaysia menargetkan investasi di sektor semikonduktor sebesar 500 miliar ringgit (sekitar Rp2,1 kuadriliun) pada tahun 2030, sebagai bagian dari upaya memperkuat posisinya di sektor manufaktur mutakhir, kata Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada Rabu.

Berbicara dalam acara WorldSkills di Shanghai, Anwar mengatakan tahap berikutnya dari reformasi pendidikan dan pelatihan teknis dan kejuruan Malaysiaβ€”dikenal sebagai TVET 2.0β€”akan mendekatkan industri dengan lembaga pelatihan serta mempercepat peralihan mereka ke arah kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, dan energi terbarukan.

Dia mengatakan kemitraan strategis komprehensif Malaysia dengan China juga telah memperluas peluang bagi pelatihan teknis dan vokasi.

Malaysia juga memimpin agenda regional terkait lapangan kerja ramah lingkungan guna mempersiapkan tenaga kerja Asia Tenggara dalam menghadapi ekonomi yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, Malaysia telah menggalakkan pengakuan lintas batas atas kualifikasi teknis melalui program percontohan ASEAN Digital Skills Passport.

"Ekonomi modern tidak dapat berjalan tanpa teknisi yang menjaga agar jalur produksi semikonduktor tetap berjalan atau memastikan produksi kendaraan listrik beroperasi sesuai jadwal," ujar Anwar.

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia