NADIKABAR.COM — Sarawak, Malaysia diliputi kabut asap yang menganggu kegiatan sehari-hari. Imbasnya, pemerintah setempat menutup sementara 600 sekolah yang menampung 200.000 siswa.

Wilayah yang paling parah terdampak adalah Serian, perbatasan dengan Kalimantan, Indonesia. Indeks polusi udara di wilayah tersebut mencapai angka 239 atau sangat tidak sehat.

Kabut asap ini diketahui mengandung partikel PM2,5, yaitu partikel berukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer yang dapat menembus jauh ke dalam paru-paru. Para ahli kesehatan memperingatkan paparan partikel kabut asap dalam jangka lama dapat memicu gangguan kesehatan seperti batuk, asma, dan sesak napas.

Khoo Yoong Khen, ahli kesehatan masyarakat dan asisten profesor di Duke-NUS Medical School, mengatakan paparan berulang dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan akut maupun kronis. Menurutnya, kegiatan di luar ruangan sebaiknya dihentikan ketika kualitas udara memburuk dari tingkat "tidak sehat" menjadi "sangat tidak sehat" atau "berbahaya" mengingat anak-anak sangat rentan terhadap polusi kabut asap.