NADIKABAR.COM — PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) meraih enam penghargaan dalam ajang The Asset Benchmark Research Awards 2026, yaitu ajang yang memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki keunggulan di pasar obligasi kawasan Asia.

Director & Chief Investment Officer, Fixed Income MAMI Ezra Nazula dalam keterangan resmi, di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan atas kinerja, namun juga validasi atas filosofi investasi yang dijalankan oleh perseroan.

"Tim fixed income MAMI senantiasa mengedepankan disiplin, selektivitas, dan manajemen risiko dalam setiap keputusan investasi. Kami meyakini bahwa pengelolaan dana investor memerlukan keseimbangan antara pencapaian imbal hasil dan perlindungan terhadap risiko, dan prinsip tersebut akan terus menjadi fondasi strategi kami ke depan,” ujar Ezra.

Dalam ajang tersebut, MAMI berada di puncak kategori Top Investment Houses, Local Currency Bonds, yang telah berhasil diraih MAMI selama 12 tahun berturut-turut.

"Pengakuan ini merupakan bentuk kepercayaan dari investor terhadap strategi pengelolaan portofolio obligasi di MAMI yang disiplin serta pengelolaan risiko investasi yang terukur,” ujar Ezra.

Lima penghargaan lainnya diraih oleh Tim Fixe Income MAMI di tiga kategori berbeda, yaitu Director & Chief Investment Officer Fixed Income, Ezra Nazula meraih penghargaan Best of The Buyside-Best Chief Investment Officer untuk kedua kalinya.

Kemudian, Ezra Nazula, Syuhada Arief, dan Laras Febriany meraih penghargaan sebagai Best of The Buyside-Most Astute Investors, Local Currency Bonds, dengan masing-masing untuk ke-13, ke-12, dan ke-4 kalinya.

Selanjutnya, Natalia Marshya Tanus, meraih penghargaan Best of the Buyside-Best in Trading, Local Currency Bonds untuk ketiga kalinya

Ezra mengatakan penghargaan tersebut menegaskan keahlian dan konsistensi tim investasi MAMI dalam menerjemahkan dinamika pasar menjadi strategi investasi yang terukur, sekaligus menghadirkan solusi investasi berbasis obligasi yang relevan dengan kebutuhan investor di Indonesia.

Per September 2026, MAMI mengelola dana kelolaan (AUM) sebesar Rp128 triliun, yang mencakup reksa dana dan kontrak pengelolaan dana untuk lebih dari 2,6 juta nasabah di Indonesia.

MAMI secara konsisten menduduki posisi pengelola reksa dan pendapatan tetap terbesar dengan pangsa pasar hampir 15 persen per Agustus 2026, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).