NADIKABAR.COM — Manchester City mengajukan banding atas dakwaan bersalah melanggar aturan finansial. The Sky Blues menegaskan pihaknya tak bersalah dalam kasus ini.
Komisi Independen Premier League menyatakan Man City bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran aturan keuangan. Periode pelanggaran yang dibuat terjadi selama periode 2009-2018.
Ada setidaknya 4 pelanggaran besar yang dilakukan Man City untuk mengakali aturan finansial Premier League. Mulai dari penggelembungan nilai sponsor, laporan keuangan yang nilainya dianggap tak akurat, melanggar batasan pengeluaran yang ditetapkan Premier League dan UEFA, serta tak kooperatif selama masa penyelidikan.
Manchester City membantah melakukan pelanggaran-pelanggaran yang dituduhkan. The Sky Blues menilai ada kesalahan material yang jelas, baik secara hukum dan fakta, yang dilakukan Komisi Independen Premier League.
Tidak hanya itu, Man City mengajukan banding komperehensif terhadap penilaian Komisi Premier League. Banding itu sudah dikirim pada Kamis (1/10) malam waktu setempat.
"Posisi tegas Klub adalah bahwa, berdasarkan berbagai alasan, pendapat tersebut mengandung kesalahan material yang jelas, baik hukum, prinsip, maupun fakta, dan tidak aman," begitu isi pernyataan resmi Man City, Jumat (2/10).
"Klub tidak bersalah atas tuduhan yang dibuat oleh Premier League dan terdapat bukti yang tak terbantahkan untuk mendukung semua posisinya, terkait dengan kasus ini," tegasnya.
Manchester City lodge appeal.🔗 https://t.co/VlzYJUcoMs pic.twitter.com/lCKmsXZbem
Man City juga menegaskan pihaknya akan tetap menghormati proses hukum yang berjalan. Jika semua proses diikuti, keputusan soal masalah pelanggaran finansial The Citizens bisa diketok palu pengadilan pada akhir tahun 2026.
Andai dinyatakan bersalah secara hukum, Man City terancam sanksi berat. Hukumannya diyakini mulai dari pengurangan poin, larangan transfer, denda, sampai terberat adalah degradasi dan gelar juara dicopot.