Psikolog lain, Howard Gardner, juga berpendapat bahwa IQ dan EQ sama pentingnya. Namun, kemampuan seseorang untuk memahami dan mengekspresikan emosi mungkin lebih penting bagi orang dalam menjalani hidupnya.

Selama ini, IQ dipandang sebagai tolok ukur kesuksesan seseorang. Mereka dianggap menjalani hidup yang penuh pencapaian atau prestasi, seperti karier yang lancar atau pendapatan yang tinggi.

Di sisi lain, EQ dianggap lebih kompleks dalam menentukan tingkat kesuksesan seseorang. Konsep utama kecerdasan emosional dijelaskan oleh John Mayer, seorang psikolog yang mempelajari emosi dan pikiran, dan Peter Salovey, yang mempelajari emosi dan perilaku, sebagai kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengekspresikan emosi diri sendiri, serta kemampuan untuk mengenali, memahami, dan merespons emosi orang lain.