Mengurangi volume sampah dan emisi gas rumah kaca juga sebagian besar dari pupuk organik dengan memanfaatkan limbah rumah tangga. Sisa-sisa tanaman dan kotoran ternak. Dengan mengolah sampah dapur menjadi kompos atau cairan organik, volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir akan berkurang. Hal ini langsung menekan produksi gas metana yaitu salah satu gas rumah kaca pemicu utama perubahan iklim.
Menjaga keanekaragaman hayati karena pupuk organik tidak meninggalkan residu racun kimia yang berbahaya untuk tanah. Kondisi ini aman bagi serangga seperti kupu-kupu dan lebah. Selain itu menjaga kelangsungan hidup musuh alami hama. Ekosistem pertanian menjadi lebih seimbang dan kuat terhadap serangan penyakit.