Pramono mengaku belum mengetahui secara pasti alasan proyek tersebut tak kunjung rampung. Namun, berdasarkan hasil pembahasan, persoalan komunikasi dan kepercayaan menjadi salah satu kendala utama penyelesaian proyek.
"Kenapa hal sederhana? Komunikasi. Dan juga tidak ada trust, percaya. Karena tidak ada komunikasi, tidak ada trust, begitu gubernur yang sebelumnya yang membangun di era Pak Ahok yang belum selesai, enggak ada yang melanjutkan," jelasnya.
Pramono mengatakan dirinya telah turun tangan sekitar dua pekan lalu untuk membuka komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Dia kemudian menugaskan Asisten Pembangunan untuk memimpin langsung proses penyelesaian proyek tersebut.
Menurutnya, pendekatan dialog akhirnya menghasilkan titik temu dan kesepakatan sehingga pembangunan JLNT Muara Karang bisa dilanjutkan.